Pelayanan

June 13, 2010 at 10:36 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari di dalam keluarga:
* Suami istri yang baru menikah biasanya masih memiliki kasih yang berlimpah. Sang istri selalu bangun pagi tanpa mengeluh sedikitpun untuk menyiapkan sarapan, membuatkan kopi buat sang suami dengan gembira. Tetapi setelah beberapa waktu menikah, sang suami mulai ngomel-ngomel, misal kopinya kok pahit, dll. Akhirnya, sang istri mulai jengkel, bangun pagi menjadi sesuatu yg berat, menyiapkan sarapan dan membuatkan kopi hanya menjadi suatu kewajiban saja, dan puncaknya sang istri mule capai menjalani semua kehidupan berumah tangga.

** Istri minta kepada suami uang belanja, kemudian sang suami menjawab uang, uang, uang melulu, baru saja diberi masa sudah minta lagi.
** Seorang anak di dalam keluarga dimintai tolog sama ibunya untuk membantu pekerjaan rumah, kemudian anaknya menjawab masa semua-semua saya yang mengerjakan, suruh yang lain dong, kan tadi saya sudah menyapu, mengepel, dll.

*** Seorang ibu yang mempunyai anak, meminta bantuan pada anaknya, anaknya menolak dengan menjawab mau belajar buat ujian/mengerjakan tugas, kemudian sang ibu mengomel: kamu enak cuma sekolah saja, pulang ya sudah tersedia makanan di meja makan, mama itu dari tadi kerja, memasak, mencuci, dll. >> kalau mau dilihat dari posisi anak sebenarnya sekolah itu bagi anak ya berat, buktinya setiap kali diumumkan libur pasti semua anak di sekolah langsung pada berteriak kegirangan, kalau bagi mereka sekolah itu enak/tidak berat, mereka pasti tidak mau diliburkan, bahkan mungkin akan nangis kalau sampai libur. Lagipula pelajaran yang diajarkan sekarang pasti lebih berat dari jaman ibunya sekolah dulu.

Kesimpulannya, dasar dari pelayanan :
1. Kasih
2. Tulus ikhlas (jadi tidak main itung-itungan)
3. Belajar melihat dari posisi org lain

KASIH tu dr mn??

Ilustrasi : gelas diisi air penuh, airnya akan meluber ke mana-mana, bandingkan dengan gelas yang airnya hanya diisi setengah.
gelas dengan air penuh = orang yang memiliki kasih yang berkelimpahan, orang tersebut malah tidak pernah menyadari kalau sudah menyebarkan kasih ke mana-mana, tidak ingat pernah membantu orang dimana-mana.
gelas yang airnya cuma setengah = orang yang kekurangan kasih, setiap akan menuangkan airnya ke orang lain pasti selalu diingat-ingat(itung-itungan) karena dia sendiri kekurangan, harapannya kalau sekarang diberi ke orang lain nanti pada saat diri sendiri butuh bantuan, orang lain bisa memberi bantuan juga.

Sebenarnya, orang yang tidak bisa memberikan pelayanan dengan tulus ikhlas adalah orang yang kekurangan kasih. Kasih sebenarnya merupakan anugerah dari Tuhan, dengan kita bisa bersyukur setiap harinya kepada Tuhan maka kita bisa merasakan kasih Tuhan yang berlimpah-limpah dalam hidup. Karena Tuhan sendiri mengajarkan untuk melakukan segala sesuatu dengan tulus ikhlas, coba kalau Tuhan mau main itung-itungan, sudah berapa banyak hutang kita sama Tuhan ???
1. diberi kehidupan hari ini
2. diberi selamat sampai tempat kerja
3. diberi pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik
4. diberi pulang sampai rumah lagi dengan selamat
dstnya…

Note ini berdasarkan khotbah Rm. Gani dari Widodaren pada Novena Roh Kudus hari ke-8 (Jumat, 21 Mei 2010) di Algonz.
Semoga berguna buat kita smuanya ^^

Tuhan memberkati.

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.