My Favorite Quotes
October 27, 2010 at 12:18 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment- Watch your thoughts; they become words. Watch your words; they become actions. Watch your actions; they become habits. Watch your habits; they become character. Watch your character; it becomes your destiny.
- Always Do Your Best. Your best is going to change from moment to moment; it will be different when you are healthy as opposed to sick. Under any circumstance, simply do your best, and you will avoid self-judgment, self-abuse and regret.
- We learn by practice. Whether it means to learn to dance by practicing dancing or to learn to live by practicing living, the principles are the same. One becomes in some area an athlete of God.
- I have not failed. I’ve just found 10,000 ways that don’t work. – Thomas Alva Edison
- I care not what others think of what I do, but I care very much about what I think of what I do! That is character! – Theodore Roosevelt
- In times of great stress or adversity, it’s always best to keep busy, to plow your anger and your energy into something positive. – Lee Iacocca
- A problem is a chance for you to do your best. – Duke Ellington
- Success is something that is unique to each person, never to be compared from one life to another, but to know that success is you following your heart, you being yourself and you doing what God created only you to do. – Jaeson Ma
- Many people will be bitter, rather than better, and never grow up. – Rick Warren
- Failure is nature’s plan to prepare you for great responsibilities. – Napoleon Hill
- Life is the sum of all your choices. – Albert Camus
- Ninety-nine percent of the failures come from people who have the habit of making excuses. – George Washington Carver
- Be more concerned with your character than your reputation, because your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are. – John Wooden
- He who fails to question is asking for trouble. - Paul Aubuchon
- Adversity is a fact of life. It can’t be controlled. What we can control is how we react to it.
Pelayanan
June 13, 2010 at 10:36 pm | Posted in Uncategorized | Leave a commentContoh nyata dalam kehidupan sehari-hari di dalam keluarga:
* Suami istri yang baru menikah biasanya masih memiliki kasih yang berlimpah. Sang istri selalu bangun pagi tanpa mengeluh sedikitpun untuk menyiapkan sarapan, membuatkan kopi buat sang suami dengan gembira. Tetapi setelah beberapa waktu menikah, sang suami mulai ngomel-ngomel, misal kopinya kok pahit, dll. Akhirnya, sang istri mulai jengkel, bangun pagi menjadi sesuatu yg berat, menyiapkan sarapan dan membuatkan kopi hanya menjadi suatu kewajiban saja, dan puncaknya sang istri mule capai menjalani semua kehidupan berumah tangga.
** Istri minta kepada suami uang belanja, kemudian sang suami menjawab uang, uang, uang melulu, baru saja diberi masa sudah minta lagi.
** Seorang anak di dalam keluarga dimintai tolog sama ibunya untuk membantu pekerjaan rumah, kemudian anaknya menjawab masa semua-semua saya yang mengerjakan, suruh yang lain dong, kan tadi saya sudah menyapu, mengepel, dll.
*** Seorang ibu yang mempunyai anak, meminta bantuan pada anaknya, anaknya menolak dengan menjawab mau belajar buat ujian/mengerjakan tugas, kemudian sang ibu mengomel: kamu enak cuma sekolah saja, pulang ya sudah tersedia makanan di meja makan, mama itu dari tadi kerja, memasak, mencuci, dll. >> kalau mau dilihat dari posisi anak sebenarnya sekolah itu bagi anak ya berat, buktinya setiap kali diumumkan libur pasti semua anak di sekolah langsung pada berteriak kegirangan, kalau bagi mereka sekolah itu enak/tidak berat, mereka pasti tidak mau diliburkan, bahkan mungkin akan nangis kalau sampai libur. Lagipula pelajaran yang diajarkan sekarang pasti lebih berat dari jaman ibunya sekolah dulu.
Kesimpulannya, dasar dari pelayanan :
1. Kasih
2. Tulus ikhlas (jadi tidak main itung-itungan)
3. Belajar melihat dari posisi org lain
KASIH tu dr mn??
Ilustrasi : gelas diisi air penuh, airnya akan meluber ke mana-mana, bandingkan dengan gelas yang airnya hanya diisi setengah.
gelas dengan air penuh = orang yang memiliki kasih yang berkelimpahan, orang tersebut malah tidak pernah menyadari kalau sudah menyebarkan kasih ke mana-mana, tidak ingat pernah membantu orang dimana-mana.
gelas yang airnya cuma setengah = orang yang kekurangan kasih, setiap akan menuangkan airnya ke orang lain pasti selalu diingat-ingat(itung-itungan) karena dia sendiri kekurangan, harapannya kalau sekarang diberi ke orang lain nanti pada saat diri sendiri butuh bantuan, orang lain bisa memberi bantuan juga.
Sebenarnya, orang yang tidak bisa memberikan pelayanan dengan tulus ikhlas adalah orang yang kekurangan kasih. Kasih sebenarnya merupakan anugerah dari Tuhan, dengan kita bisa bersyukur setiap harinya kepada Tuhan maka kita bisa merasakan kasih Tuhan yang berlimpah-limpah dalam hidup. Karena Tuhan sendiri mengajarkan untuk melakukan segala sesuatu dengan tulus ikhlas, coba kalau Tuhan mau main itung-itungan, sudah berapa banyak hutang kita sama Tuhan ???
1. diberi kehidupan hari ini
2. diberi selamat sampai tempat kerja
3. diberi pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik
4. diberi pulang sampai rumah lagi dengan selamat
dstnya…
Note ini berdasarkan khotbah Rm. Gani dari Widodaren pada Novena Roh Kudus hari ke-8 (Jumat, 21 Mei 2010) di Algonz.
Semoga berguna buat kita smuanya ^^
Tuhan memberkati.
Apakah pemaksaan kehendak orang tua terhadap anak itu termasuk “bully”?
March 22, 2008 at 12:46 pm | Posted in Uncategorized | 3 CommentsSebenarnya waktu saya mendapat pertanyaan ini saya mengalami kesulitan untuk menjawabnya, saya sampai googling beberapa informasi mengenai “bully”.
Pada posting saya sebelumnya saya menyebutkan bahwa bully artinya mengganggu orang yang lemah, tetapi setelah saya googling, saya ingin menambahkan pengertian tersebut. Bully tidak sekedar mengganggu orang yang lemah saja, tetapi bully itu bisa didefinisikan seperti ini : perkataan atau tindakan yang memiliki kekuatan terhadap orang lain, kekuatan disini berupa ancaman/sikap mendominasi, intimidasi. Misalnya : mengatakan atau menulis sesuatu yang tidak sepantasnya, mengucilkan, membuat seseorang menjadi tidak nyaman/takut, memukul, menendang, membuat orang melakukan apa yang tidak diinginkan.
Jadi, menurut saya pemaksaan kehendak orang tua terhadap anaknya itu bisa termasuk dalam kategori “bully”. Tetapi banyak sekali orang tua yang tidak sadar dalam melakukan hal tersebut, orang tua berpikir bahwa apa yang mereka lakukan tersebut adalah untuk kebaikan anaknya. Kalau menurut saya sih sebaiknya hal seperti ini dibicarakan baik-baik karena saya yakin sekali bahwa orang tua tidak bermaksud melakukan “bully”, orang tua tidak sengaja melakukannya, mereka tidak tahu kalau hal seperti itu termasuk dalam “bully”.
Sebagai anak, cobalah untuk mendengarkan penjelasan yang orang tua berikan, pikirkan baik-baik apa yang telah dijelaskan oleh orang tua, usahakan berpikir dari segi orang tua juga supaya bisa lebih memahami maksud orang tua. Kalau memang tidak setuju dengan keinginan orang tua, ungkapkan keinginan anda dengan baik-baik dan berilah penjelasan yang tepat. Sebagai orang tua, juga lakukanlah hal yang sama. Ingat kunci dari mengatasi masalah perbedaan pendapat seperti itu adalah dengan komunikasi dan tidak emosi.
Untuk orang tua, sebaiknya jangan memaksakan kehendak, lihat kondisi anak-anaknya juga, misalnya orang tua pingin sekali anaknya menjadi dokter, mungkin selain membanggakan, orang tua juga berpikir bahwa masa depan anaknya akan cerah, tetapi anaknya sama sekali tidak ada keinginan untuk menjadi dokter, mungkin juga kemampuannya tidak sampai segitu, sebaiknya jangan dipaksakan karena nantinya akan berakibat buruk terhadap anak, anak menjadi depresi, tertekan bahkan mungkin menjadi gila. Kalau anak sudah mengalami hal seperti ini tentunya yang terkena imbas nantinya juga orang tua.
Saran saya jika masih belum menemukan titik temu dalam komunikasi yang dilakukan, cobalah ambil jalan tengah seperti ini, misalnya anak diberi kesempatan untuk membuktikan keinginannya sesuai dengan alasan yang telah dikemukakan dengan jangka waktu tertentu. Jika tidak bisa membuktikan dalam jangka waktu tersebut, anak harus mendengarkan apa yang diinginkan orang tua. Dengan begini kan tidak ada yang namanya “bully” dan tidak ada anak yang menjadi depresi, tertekan
“Bully”???
March 20, 2008 at 10:37 am | Posted in Uncategorized | 7 CommentsApa itu “Bully”? “Bully” adalah kata dalam Bahasa Inggris yang artinya mengganggu orang yang lemah. Menurut saya, hal ini sering terjadi di beberapa sekolah dan biasanya anak yang diganggu tersebut tipenya pendiam dan penakut. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus tentunya akan mempengaruhi perkembangan mental anak yang diganggu, biasanya si anak akan menjadi minder. Bentuk “bully” ini bisa bermacam-macam, misalnya memaksa si anak untuk melakukan semua perintah dari teman-teman yang mengganggunya, meminta barang/uang terhadap si anak dengan paksa dan ancaman, dan lain-lain.
Solusi untuk anak-anak yang mengalami “bully”, menurut saya adalah mengajarkan anak tersebut untuk mampu “melawan” teman-teman yang mengganggunya. “Melawan” yang saya maksud disini adalah bukan dengan memakai cara kekerasan, tetapi membuat si anak belajar untuk menghadapi situasi seperti itu, bagaimana caranya si anak mampu mengatasi ketakutannya terhadap paksaan dan ancaman teman-teman yang mengganggunya. Jangan malah memindahkan anak tersebut ke sekolah yang lain hanya untuk menghindari teman-teman yang telah mengganggunya, karena hal itu tidak akan membuat anak tersebut menjadi lebih baik, malah akan membuatnya menjadi lebih buruk karena itu berarti telah mengajarkan si anak untuk menghindar dari masalah yang dihadapinya, lagipula belum tentu dengan berpindah sekolah dia tidak akan diganggu lagi oleh teman-teman di sekolah barunya.
Selain itu, si anak juga tidak akan bisa menjadi dewasa dengan menghindari masalah-masalahnya, si anak akan menjadi bergantung terhadap orang tuanya, padahal tidak selamanya orang tuanya dapat melindungi si anak. Menurut saya, seharusnya orang tua cukup memberikan dorongan, nasehat dan mengawasi dari jauh supaya si anak dapat berkembang dengan baik.
Semoga tips ini dapat membantu
Waspadai “Blind Spot” di Jalan Raya
March 19, 2008 at 11:19 am | Posted in Uncategorized | 6 CommentsBerdasarkan pengalaman saya pribadi, “blind spot” ini sering mengakibatkan kecelakaan di jalan raya. Dua kali saya mengalami musibah karena “blind spot”. Yang pertama terjadi pada tahun 2006, saat itu saya akan menyeberang jalan di perempatan Ngagel. Waktu itu, mobil sudah pada berhenti tapi tiba-tiba ada motor ngebut yang berada di jalur kiri, akhirnya saya tertabrak.
Yang kedua, terjadi tanggal 14 Maret lalu di Jl. Kutai, tepat di depan toko brownies, waktu itu saya bawa mobil dan berada di jalur paling kiri kemudian tiba-tiba ada motor yang memotong di depan mobil saya, seharusnya di jalan itu motor tidak boleh langsung belok masuk ke toko brownies (ada garis lurus di tengah-tengah), akhirnya saya menabrak motor itu.
Dari dua kejadian yang saya alami ini akhirnya saya mengambil kesimpulan, karena di kota Surabaya ini semakin padat lalu lintasnya, sebaiknya jaga emosi (jangan sampai tidak mau mengalah), taatilah peraturan yang ada di jalan raya, terutama untuk pengendara motor supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lagipula kalau sampai terjadi musibah seperti yang saya alami, yang rugi adalah diri sendiri, kalau jadi yang tertabrak akan mengalami sakit, kalau jadi yang menabrak akan mengganti rugi. Kemudian, untuk kendaraan yang berkecepatan rendah sebaiknya jangan berada di jalur kanan karena hal ini akan menyebabkan kendaraan-kendaraan lain yang ingin menyalip akan menyalip dari sebelah kiri, padahal kalau menyalip dari kiri itu sering terjadi yang namanya “blind spot” yang dapat menyebabkan kecelakaan terjadi. Kalau berada di jalur kiri jangan ngebut supaya kalau ada yang memotong, sempat untuk mengerem.
Semoga beberapa tips dari saya dapat berguna bagi pembaca
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.